Koperasi Desa Merah Putih Diproyeksikan Jadi Pengelola Ekonomi Wisata di Sangatta Selatan

Kamis, 4 Desember 2025 03:03 WITA

Etamexpose.Id, Kutai Timur — Pemerintah Kecamatan Sangatta Selatan menegaskan bahwa pengembangan sektor pariwisata di wilayahnya akan bertumpu pada penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat.

Koperasi Desa Merah Putih diproyeksikan menjadi pengelola utama aktivitas ekonomi wisata berbasis desa.

Pendekatan ini diambil untuk memastikan bahwa geliat pariwisata tidak hanya menghadirkan kunjungan wisatawan, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal secara berkelanjutan.

Baca juga  Luas Wilayah, Minim Dukungan, Damkar Kutim Berjuang Perluas Pelayanan

Pelaksana Tugas (Plt) Camat Sangatta Selatan, Rusmiati, menyampaikan bahwa koperasi desa memiliki posisi strategis dalam menopang ekonomi wisata.

“Wisata harus memberi manfaat ekonomi nyata bagi warga, dan koperasi menjadi fondasi utama pengelolaannya,” ujarnya.

Menurutnya, banyak desa wisata tidak berkembang optimal karena tidak memiliki sistem ekonomi yang kuat sejak awal.

Pengelolaan wisata kerap berjalan tanpa perencanaan bisnis yang matang dan berkelanjutan.

Baca juga  Aturan Baru Muncul, Struktur Aksi Adiwiyata Kini Lebih Ringkas

Di Sangatta Selatan, koperasi dipersiapkan untuk mengelola berbagai unit usaha pendukung wisata, mulai dari penyewaan perlengkapan, pengelolaan kuliner lokal, hingga pemasaran produk usaha mikro masyarakat.

Rusmiati menegaskan bahwa pengelolaan lapangan tetap dilakukan oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), sementara koperasi berperan menjaga stabilitas ekonomi.

“Pokdarwis dan koperasi harus berjalan beriringan agar wisata tumbuh sehat,” katanya.

Baca juga  Dishub Kutim Tegaskan Jam Operasional Truk, Angkutan Besar Diminta Tertib Demi Kelancaran Kota

Pemerintah kecamatan juga menyiapkan program pendampingan untuk memperkuat kapasitas koperasi, termasuk pelatihan manajemen usaha dan tata kelola keuangan yang transparan.

Dengan skema ini, Kecamatan Sangatta Selatan berharap pariwisata desa dapat berkembang sebagai sumber ekonomi yang kuat dan berkelanjutan bagi masyarakat. (ADV)

Bagikan:
Berita Terkait