Pascabanjir, Pupuk Kaltim Bantu Petani Padang Kembali Produktif

Jumat, 28 Agustus 2026 03:10 WITA

PADANG – Pemulihan ekonomi masyarakat menjadi salah satu tantangan setelah bencana banjir melanda sejumlah wilayah di Kota Padang, Sumatera Barat. Kondisi tersebut turut berdampak pada sektor pertanian yang menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat.

Merespons kondisi itu, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) menyalurkan bantuan sarana produksi pertanian senilai Rp100 juta kepada tiga kelompok tani terdampak banjir. Bantuan tersebut diarahkan untuk membantu petani kembali mengolah lahan dan melanjutkan aktivitas budidaya.

Direktur Utama Pupuk Kaltim, Rafli Yandra, mengatakan bantuan diberikan kepada Kelompok Tani Lapau Munggu, Kelompok Tani Anugrah, dan Kelompok Tani Patamuan.

Sarana produksi yang disalurkan mencakup pupuk, pestisida, benih, serta alat dan mesin pertanian. Dukungan tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan awal petani untuk kembali memulai kegiatan pertanian setelah aktivitas mereka terganggu akibat bencana.

“Pupuk Kaltim turut merasakan keprihatinan atas dampak yang dialami masyarakat akibat bencana banjir. Untuk itu, kami hadir mendukung proses pemulihan agar masyarakat, khususnya petani, dapat kembali menjalankan aktivitas dan menggerakkan perekonomian,” ujar Rafli, Kamis (27/8/2026).

Menurut Rafli, dampak bencana tidak hanya menyentuh aspek lingkungan dan permukiman, tetapi juga berpengaruh terhadap sumber pendapatan masyarakat. Bagi petani, gangguan terhadap lahan dan kegiatan produksi dapat berdampak langsung terhadap keberlangsungan usaha tani serta kesejahteraan keluarga.

Baca juga  Merdeka Run 2026 Pupuk Kaltim Libatkan 3.000 Peserta, Semarakkan HUT ke-81 RI

Karena itu, pemulihan sektor pertanian dinilai perlu menjadi bagian penting dalam penanganan pascabencana. Ketersediaan pupuk, benih, pestisida, hingga peralatan pertanian menjadi kebutuhan dasar agar petani dapat kembali berproduksi.

“Ketika para petani terdampak, pemulihan sektor pertanian perlu menjadi perhatian bersama. Melalui bantuan ini, kami berharap dapat membantu meringankan beban para petani agar mereka dapat kembali bangkit,” terang Rafli.

Ia menambahkan, keberlanjutan aktivitas pertanian juga berkaitan dengan ketahanan pangan dan perputaran ekonomi masyarakat. Dengan kembali produktifnya petani, pemulihan diharapkan tidak berhenti pada penanganan dampak bencana, tetapi berlanjut pada penguatan kemandirian masyarakat.

Pupuk Kaltim, kata Rafli, menempatkan kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan. Program yang dijalankan diharapkan tidak sekadar memberikan manfaat dalam jangka pendek, tetapi juga mendorong keberlanjutan dan kemandirian penerima manfaat.

“Kami percaya, pemulihan pascabencana membutuhkan semangat kebersamaan. Karena itu, Pupuk Kaltim terus membuka ruang kolaborasi, sekaligus mengambil bagian dalam menyikapi berbagai kondisi sosial di masyarakat,” ungkapnya.

Baca juga  Pendaftaran KPU Resmi ditutup, Kutai Kartanegara miliki 3 Bapaslon Bupati dan Wakil Bupati

Mewakili Pemerintah Kota Padang, Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Yoice Yuliani mengapresiasi bantuan yang diberikan Pupuk Kaltim. Menurutnya, dukungan sarana produksi sangat berarti bagi petani yang tengah berupaya mengembalikan aktivitas pertanian setelah terdampak banjir.

“Kami sampaikan terima kasih kepada Pupuk Kaltim atas kepedulian bagi kelompok tani terdampak banjir di Kota Padang. Bantuan sarana produksi pertanian ini tentunya sangat bermanfaat bagi petani dalam proses pemulihan lahan,” ungkap Yoice.

Ia menjelaskan, bencana dapat menghambat proses produksi pertanian, merusak sarana pendukung, serta memengaruhi kemampuan petani dalam menjalankan usaha tani secara optimal.

Menurut Yoice, pemulihan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Dukungan dunia usaha dan masyarakat juga dibutuhkan untuk mempercepat proses pemulihan sekaligus membantu petani kembali produktif.

“Salah satu kebutuhan penting adalah dukungan sarana produksi agar petani dapat kembali mengelola lahan dan memulai proses produksi,” jelasnya.

Yoice berharap bantuan tersebut dapat segera dimanfaatkan oleh tiga kelompok tani penerima sehingga kegiatan pertanian dapat kembali berjalan secara bertahap.

Baca juga  Founder Muda Sinergi : Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat Jadi Fondasi Pembangunan Berkelanjutan

“Bantuan seperti ini menunjukkan adanya kepedulian dan sinergi yang baik antara perusahaan dengan pemerintah dan masyarakat. Kami pun mengajak seluruh kelompok tani penerima manfaat untuk segera kembali produktif,” tutur Yoice.

Bagi kelompok tani penerima, bantuan tersebut menjadi dukungan penting untuk memulai kembali aktivitas pertanian yang sempat terganggu akibat banjir.

Ketua Kelompok Tani Lapau Munggu, Masri, mengatakan bantuan pupuk hingga peralatan pertanian membantu kelompoknya memenuhi kebutuhan untuk kembali menjalankan usaha tani.

“Adanya bantuan pupuk hingga alat pertanian sangat membantu kami untuk kembali bangkit dan melanjutkan usaha tani. Terima kasih kepada Pupuk Kaltim atas kepedulian yang diberikan. Ini menjadi semangat kami untuk kembali produktif,” ucap Masri.

Pupuk Kaltim menegaskan akan terus mengambil peran sebagai agen pembangunan melalui berbagai program sosial dan pengembangan sektor strategis. Upaya tersebut diarahkan untuk memberikan manfaat langsung sekaligus menciptakan nilai berkelanjutan bagi masyarakat dan daerah.

Bantuan bagi petani terdampak banjir di Kota Padang menjadi salah satu bentuk dukungan perusahaan dalam mendorong pemulihan ekonomi masyarakat, sekaligus memperkuat keberlanjutan sektor pertanian setelah bencana. (Adv)

Bagikan:
Berita Terkait