TENGGARONG– Partisipasi masyarakat dalam pembangunan dinilai tidak hanya diwujudkan melalui penyampaian kritik, tetapi juga melalui keterlibatan aktif dalam memberikan masukan dan mengawal implementasi kebijakan terkhusus di Kutai Kartenegara. Hal tersebut disampaikan oleh Founder Komunitas Muda Sinergi, Sultan Alief.
Menurutnya, pemerintah saat ini telah membuka berbagai ruang komunikasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, gagasan, maupun masukan terhadap program-program pembangunan.
Karena itu, kritik yang disampaikan hendaknya diarahkan untuk memperkuat kualitas kebijakan dan menghasilkan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Sultan menilai bahwa pembangunan yang berkelanjutan membutuhkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Oleh sebab itu, setiap masukan yang diberikan sebaiknya disertai dengan kajian, data, serta gagasan yang dapat menjadi bahan pertimbangan dalam proses pengambilan keputusan.
“Dalam sistem demokrasi, kritik merupakan hal yang wajar dan menjadi bagian dari upaya perbaikan. Namun yang lebih penting adalah bagaimana kritik tersebut dapat dikawal melalui dialog dan pembahasan yang konstruktif sehingga mampu menghasilkan solusi yang nyata,” ujarnya , Minggu (21/6/2026).
Ia juga mengapresiasi langkah pemerintah yang terus berupaya meningkatkan keterbukaan informasi dan memperluas ruang partisipasi publik dalam berbagai agenda pembangunan. Menurutnya, kondisi tersebut harus dimanfaatkan oleh seluruh elemen masyarakat untuk membangun komunikasi yang produktif dan berorientasi pada kepentingan bersama.
Lebih lanjut, Sultan menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan dukungan dan keterlibatan masyarakat. Dengan adanya komunikasi yang baik antara pemerintah dan publik, berbagai tantangan yang dihadapi dapat diselesaikan melalui musyawarah dan kerja sama.
“Yang dibutuhkan saat ini adalah budaya dialog yang kuat. Ketika pemerintah dan masyarakat dapat duduk bersama membahas persoalan serta mencari jalan keluar, maka proses pembangunan akan berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” katanya.
Ia berharap semangat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat terus terjaga sehingga berbagai program pembangunan yang telah direncanakan dapat berjalan optimal serta mampu mendorong kemajuan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dengan demikian, kritik dan masukan yang disampaikan masyarakat dapat menjadi bagian dari proses penyempurnaan kebijakan, sekaligus memperkuat hubungan kemitraan antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.





