Pupuk Kaltim Raih Tribun Kaltim Award 2026, Diakui Konsisten Kembangkan Industri Hijau

Jumat, 31 Juli 2026 11:32 WITA
Pupuk Kaltim Raih Tribun Kaltim Award 2026

BONTANG – PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) kembali menorehkan prestasi melalui ajang Tribun Kaltim Award 2026. Perusahaan pupuk yang beroperasi di Kota Bontang itu meraih penghargaan kategori “Perusahaan dengan Kemajuan Industri, Inovasi Hijau, dan Pembangunan Berkelanjutan.”

Penghargaan tersebut diterima manajemen Pupuk Kaltim dalam acara yang digelar di Maxone Hotel Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (30/7/2026) malam.

Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap konsistensi Pupuk Kaltim dalam mengembangkan industri pupuk yang tidak hanya berorientasi pada produktivitas, tetapi juga mengedepankan inovasi ramah lingkungan, efisiensi energi, pemberdayaan masyarakat, serta komitmen perusahaan dalam mendukung pencapaian target Net Zero Emission (NZE) 2050.

SVP Umum Pupuk Kaltim Wisnu Wibowo mengatakan, penghargaan tersebut menjadi apresiasi sekaligus motivasi bagi perusahaan untuk terus memperkuat berbagai program keberlanjutan yang telah dijalankan.

Menurutnya, komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program, baik dalam bidang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), efisiensi energi, maupun inovasi yang mendukung agenda pemerintah dalam menekan emisi karbon serta mendorong pembangunan hijau dan berkelanjutan.

Baca juga  Founder Muda Sinergi : Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat Jadi Fondasi Pembangunan Berkelanjutan

“Ini menjadi komitmen bagi kami untuk terus melaksanakan dan melanjutkan program-program industri hijau, pembangunan berkelanjutan, serta inovasi yang berhubungan dengan lingkungan dan sosial,” ujar Wisnu.

Ia menjelaskan, penerapan prinsip keberlanjutan telah menjadi bagian dari strategi bisnis Pupuk Kaltim melalui penerapan Environmental, Social, and Governance (ESG) yang dituangkan dalam roadmap jangka panjang perusahaan.

Salah satu fokus yang terus dikembangkan yakni upaya menekan emisi karbon melalui pembangunan pabrik Soda Ash di Bontang. Proyek tersebut memanfaatkan emisi karbon yang dihasilkan dari proses produksi untuk diolah menjadi produk bernilai tambah berupa soda ash.

Wisnu menyebut, pemanfaatan karbon tersebut berpotensi menurunkan emisi hingga ribuan ton ekuivalen CO2 setiap tahun.

Selain pengembangan teknologi dan efisiensi proses produksi, Pupuk Kaltim juga menjalankan berbagai program konservasi lingkungan. Di antaranya penanaman mangrove serta pelaksanaan program TJSL yang melibatkan masyarakat sekitar perusahaan dan pemerintah daerah.

Komitmen terhadap industri hijau juga diwujudkan melalui sejumlah inovasi perusahaan. Salah satunya revamping Pabrik Amoniak 2 yang mampu meningkatkan efisiensi energi sedikitnya 10 persen sekaligus menekan emisi hingga sekitar 110 ribu ton CO2 per tahun.

Baca juga  Permintaan India hingga Bangladesh Naik, Indonesia Dibidik Jadi Pemasok Baru Pupuk Dunia

Pupuk Kaltim juga mengembangkan pemanfaatan energi terbarukan melalui pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap. Selain itu, perusahaan menerapkan konsep Road to Zero Waste, mengembangkan dekomposer organik Biodex, serta menjalankan konservasi kawasan pesisir melalui program Kilau Samudera.

Di sisi sosial, Pupuk Kaltim turut menjalankan program PKT BISA yang mengintegrasikan sektor pertanian, peternakan, dan energi terbarukan sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat.

Wisnu menegaskan, program TJSL yang dijalankan perusahaan tidak diarahkan sebatas pemberian bantuan atau charity. Pupuk Kaltim ingin memastikan masyarakat dapat berkembang secara mandiri melalui program ekonomi yang memiliki prospek keberlanjutan.

“Kami tidak hanya sekadar charity atau memberikan bantuan, tapi ingin memberdayakan masyarakat di sekitar perusahaan. Banyak mitra binaan kami yang bahkan sudah meraih penghargaan tingkat nasional. Yang kami inginkan adalah mereka bisa mandiri dan keberlanjutannya terus terjaga,” jelasnya.

Sejumlah program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan Pupuk Kaltim antara lain Kampung Laut, Better Living in Malahing, pembinaan keramba jaring apung, hingga pendampingan nelayan melalui pendekatan Creating Shared Value (CSV).

Baca juga  Lakukan Pencegahan Kekerasan Anak disekolah, DP3AKB Kota Bontang Gelar Sosialisasi di SD Negeri 001 Bontang Utara

Program-program tersebut diarahkan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat pesisir yang menggantungkan mata pencaharian dari sektor kelautan sekaligus menciptakan manfaat ekonomi dan sosial yang berkelanjutan.

Ke depan, Pupuk Kaltim berkomitmen melanjutkan pengembangan konservasi mangrove sekaligus meningkatkan nilai ekonomi hasil hutan mangrove melalui pembinaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Hasil olahan mangrove, seperti sirup dan berbagai produk turunannya, akan terus didorong agar memiliki nilai ekonomi lebih tinggi sehingga dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat.

Selain sektor pesisir, perusahaan juga akan memperkuat pembinaan petani dan nelayan sebagai bagian dari dukungan terhadap ketahanan pangan nasional.

“Pupuk Kaltim bukan hanya ingin berproduksi dan menghasilkan laba, tapi juga maju bersama masyarakat, baik di sekitar perusahaan maupun di luar Bontang. Karena kami bergerak di sektor pupuk, kami juga ingin memberdayakan petani dan nelayan untuk mendukung ketahanan pangan Indonesia,” pungkas Wisnu. (Adv)

Bagikan:
Berita Terkait