Etamexpose.Id, Kutai Timur – Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor kepemudaan dan olahraga di Kabupaten Kutai Timur menunjukkan tren positif. Peningkatan ini dinilai sebagai buah dari upaya berkelanjutan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim dalam membenahi dan memaksimalkan pemanfaatan fasilitas olahraga milik daerah.
Berbagai venue olahraga yang sebelumnya kurang diminati kini mulai ramai digunakan, baik oleh masyarakat umum maupun pihak swasta. Peremajaan sarana dan prasarana menjadi faktor utama yang membuat kawasan olahraga kembali hidup dan produktif.
“Kenaikan PAD ini tidak datang begitu saja, tapi merupakan hasil kerja keras kami dalam memperbaiki fasilitas olahraga agar lebih layak, nyaman, dan menarik untuk digunakan,” ujar Kepala Dispora Kutai Timur, Basuki Isnawan.
Ia menjelaskan, sejumlah venue memang diberlakukan retribusi, terutama fasilitas yang bersifat khusus dan sering dimanfaatkan untuk kegiatan perusahaan. Lapangan sepak bola dan lapangan panahan menjadi contoh fasilitas yang kerap disewa untuk kegiatan seperti family gathering maupun agenda komunitas.
Meski demikian, Basuki menegaskan bahwa Dispora tetap mengedepankan akses publik. Sebagian besar fasilitas olahraga dapat digunakan masyarakat secara cuma-cuma sebagai bentuk pelayanan pemerintah kepada warga.
Lintasan lari yang mengelilingi stadion, misalnya, dapat dimanfaatkan gratis oleh masyarakat untuk berolahraga harian. Namun, penggunaannya tetap diatur agar tidak mengganggu agenda resmi dan perawatan fasilitas.
Pengaturan jam operasional juga diterapkan demi menjaga kualitas sarana. Lintasan lari tersebut, misalnya, hanya dapat digunakan hingga pukul 18.00 Wita untuk memastikan keamanan dan ketertiban.
Upaya penataan dan pengelolaan kawasan olahraga ini berdampak langsung pada peningkatan minat penyewaan venue, baik oleh komunitas olahraga maupun pihak swasta.
Dispora Kutim mencatat, hingga saat ini PAD yang berhasil dihimpun telah mencapai sekitar Rp250 miliar. Angka tersebut menunjukkan lonjakan signifikan dibandingkan periode sebelumnya.
“Kami menargetkan PAD Dispora pada tahun 2025 bisa mencapai Rp300 miliar. Dengan pengelolaan yang konsisten dan fasilitas yang semakin baik, target itu sangat realistis,” kata Basuki.
Ia menambahkan, pembangunan dan revitalisasi fasilitas olahraga ke depan akan terus dilakukan secara bertahap, termasuk pengembangan venue baru yang berpotensi menambah pendapatan daerah.
Melalui kombinasi antara pelayanan publik gratis dan pengelolaan venue berbayar yang profesional, Dispora Kutai Timur optimistis sektor olahraga dapat terus berkontribusi nyata bagi pembangunan dan kemandirian keuangan daerah.(ADV)





