Pertamax Langka, Pengalihan Konsumsi ke Pertalite Picu Antrean Panjang di Kutim

Minggu, 23 November 2025 06:09 WITA

Etamexpose.Id, Kutai Timur – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir membuat antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) semakin panjang.

Banyak pengguna kendaraan akhirnya beralih ke Pertalite sehingga permintaan meningkat tajam.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim, Nora Ramadhani, menjelaskan bahwa kelangkaan ini dipicu oleh gangguan distribusi BBM dari Balikpapan.

Baca juga  Disdukcapil Kutim Sediakan Loket Khusus, Akses Layanan Lebih Mudah bagi Kelompok Rentan

Tongkang batubara yang kandas di Muara Balikpapan menyebabkan jalur pelayaran tanker terhambat dan suplai ke berbagai daerah, termasuk Kutim, berkurang signifikan.

“Hambatan itu membuat distribusi berkurang drastis. Ini bukan masalah di Kutim saja, tetapi berdampak di beberapa wilayah Kalimantan Timur,” jelas Nora.

Ia menambahkan bahwa proses pengurasan beberapa tangki Pertamax di Kilang Balikpapan turut memengaruhi kapasitas penyaluran.

Prosedur tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas bahan bakar sebelum dikirim ke daerah.

Baca juga  Basuki Isnawan Tunjukkan Dukungan Penuh untuk Persikutim, Harap Singa Mose Terus Raih Hasil Positif

“Pengurasan tangki memang prosedur penting dalam menjaga kualitas, dan dampaknya membuat suplai datang lebih lambat,” tambahnya.

Akibat keterbatasan pasokan, banyak pengguna Pertamax beralih ke Pertalite.

Perubahan pola konsumsi ini memicu lonjakan antrean di SPBU dan memerlukan pengawasan ketat agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat.

Tim gabungan dari Dinas Perhubungan dan Polres Kutim telah dikerahkan untuk menertibkan antrean, terutama di SPBU yang berada di jalur ramai.

Baca juga  Mengapa Jembatan Telen Belum Dilanjutkan? Ini Penjelasan Kecamatan

Penertiban dilakukan untuk memastikan tidak terjadi kemacetan maupun risiko kecelakaan akibat kendaraan yang menumpuk.

Sementara itu, beberapa SPBU dilaporkan telah mulai menerima suplai Pertamax, meski jumlahnya masih terbatas.

Pertamina memperkirakan pemulihan distribusi dapat berlangsung penuh dalam dua hingga tiga hari ke depan.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat tetap tenang, membeli BBM sesuai kebutuhan, dan tidak melakukan pembelian berulang yang berpotensi memperpanjang antrean.(ADV)

Bagikan:
Berita Terkait