Etamexpose.Id, Kutai Timur — Pemerintah Kecamatan Telen memberikan penjelasan terkait belum berlanjutnya pembangunan Jembatan Telen yang menjadi akses penting penghubung antarwilayah.
Proyek ini kembali menjadi sorotan karena aktivitas konstruksi tidak menunjukkan perkembangan signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
Jembatan Telen memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat, distribusi hasil pertanian, serta akses layanan dasar. Namun, kondisi lapangan menunjukkan pekerjaan konstruksi masih terbatas pada satu sisi pondasi utama.
Camat Telen, Petrus Ivung, menjelaskan bahwa penghentian sementara proyek disebabkan oleh faktor teknis dan keselamatan kerja.
“Curah hujan yang tinggi membuat debit sungai naik sehingga pekerjaan lanjutan tidak aman untuk dilaksanakan,” ujarnya, Jumat (14/11/2025).
Menurutnya, proses pengecoran di tengah aliran sungai tidak memungkinkan dilakukan ketika arus deras dan permukaan air tidak stabil.
Kondisi tersebut berisiko terhadap keselamatan pekerja dan kualitas struktur bangunan.
Pemerintah kecamatan memastikan bahwa penundaan bukan disebabkan oleh lemahnya komitmen anggaran atau dukungan pemerintah daerah.
Petrus menegaskan bahwa kualitas bangunan menjadi prioritas utama. “Kami tidak ingin pekerjaan dipaksakan karena bisa berdampak pada kekuatan jembatan dalam jangka panjang,” katanya.
Sementara itu, koordinasi dengan dinas teknis terkait terus dilakukan untuk menyiapkan langkah percepatan setelah kondisi alam memungkinkan pekerjaan dilanjutkan.
Pemerintah kecamatan berharap masyarakat dapat memahami kondisi ini, sembari memastikan proyek Jembatan Telen akan kembali dilanjutkan begitu situasi sungai dinyatakan aman. (ADV)





