Perkuat Karakter Peserta Didik, Kutai Timur Rekrut 40 Guru UMMI di Sekolah Dasar dan SMP

Rabu, 19 November 2025 02:37 WITA

Etamexpose.Id, Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur terus memperkuat kualitas pendidikan, tidak hanya pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter melalui penguatan pembelajaran agama di sekolah.

Upaya tersebut diwujudkan dengan merekrut tenaga pendidik khusus pembelajaran agama berbasis metode UMMI. Langkah ini dinilai penting untuk menanamkan nilai-nilai positif sejak dini kepada peserta didik.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Timur, Mulyono, mengatakan penguatan pendidikan agama menjadi bagian dari strategi membangun generasi yang berkarakter. “Kami ingin peserta didik tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki pondasi moral dan spiritual yang kuat,” ujarnya.

Baca juga  Pemkab Kutim Satukan Sistem Digital, Smart City 2025 Siap Dijalankan

Sebanyak 40 guru UMMI telah direkrut dan ditempatkan di 40 sekolah tingkat SD dan SMP yang tersebar di wilayah Sangatta. Setiap sekolah mendapatkan satu tenaga pendidik sesuai kebutuhan pembelajaran agama.

Metode UMMI dipilih karena memiliki standar pembelajaran yang terstruktur dan menekankan pemahaman serta penerapan nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.

Disdikbud Kutai Timur menilai pendekatan ini relevan dengan tantangan generasi muda saat ini, di mana pendidikan karakter menjadi kebutuhan yang tidak bisa dipisahkan dari sistem pendidikan formal.

Baca juga  Di Tengah Keterbatasan, Puskesmas Teluk Lingga Terus Berinovasi Demi Kenyamanan Pasien

Selain kemampuan mengajar, para guru yang direkrut juga telah melalui proses seleksi untuk memastikan kompetensi dan kesesuaian dengan standar pendidikan agama yang diterapkan pemerintah daerah.

Diharapkan, kehadiran guru UMMI mampu membentuk lingkungan belajar yang lebih positif dan mendorong siswa untuk mengamalkan nilai-nilai agama di sekolah maupun di luar sekolah.

Program ini juga menjadi bagian dari komitmen daerah dalam menciptakan keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual peserta didik.

Baca juga  Bupati Cup Voli Jadi Panggung Regenerasi Atlet Muda Kutai Timur

“Pendidikan agama bukan sekadar materi pelajaran, tetapi pembiasaan sikap dan perilaku yang harus tertanam dalam keseharian anak-anak,” kata Mulyono.

Ia menambahkan, ke depan Disdikbud akan terus melakukan evaluasi terhadap program ini agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh peserta didik dan sekolah.

Dengan penguatan pembelajaran agama melalui tenaga pendidik yang kompeten, Pemkab Kutai Timur berharap dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga berakhlak dan berkepribadian baik.(ADV)

Bagikan:
Berita Terkait