Museum Daerah Kutim Segera Dibangun, Jadi Rumah Besar Pelestarian Budaya Lokal

Jumat, 21 November 2025 02:45 WITA

Etamexpose.Id, Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur bersiap menghadirkan museum daerah sebagai pusat pelestarian sejarah dan kebudayaan lokal. Pembangunan museum tersebut akan berlokasi di Jalan Soekarno Hatta dan digagas sebagai ruang edukasi sekaligus etalase identitas daerah.

Kehadiran museum ini menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam menjaga jejak sejarah serta memperkenalkan kekayaan budaya Kutai Timur kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda yang menjadi penerus warisan daerah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur, Mulyono, menegaskan bahwa pembangunan museum bukan sekadar proyek fisik, melainkan investasi jangka panjang bagi kebudayaan. “Museum ini kami rancang sebagai ruang hidup budaya, tempat sejarah disimpan, dipelajari, dan diwariskan kepada anak-anak Kutai Timur,” ujarnya.

Baca juga  Aturan Baru Muncul, Struktur Aksi Adiwiyata Kini Lebih Ringkas

Museum daerah nantinya akan menampilkan berbagai benda peninggalan sejarah dan artefak kebudayaan lokal yang selama ini tersebar atau belum terdokumentasi secara maksimal. Seluruh koleksi akan ditata secara tematik agar mudah dipahami pengunjung.

Selain artefak fisik, museum juga akan dilengkapi dengan koleksi buku kebudayaan daerah. Buku-buku tersebut berisi dokumentasi kegiatan budaya, sejarah lokal, hingga cerita tradisi yang berkembang di berbagai wilayah Kutai Timur.

Menurut Disdikbud, perpaduan antara koleksi benda sejarah dan literasi budaya diharapkan mampu menjadikan museum sebagai ruang belajar yang menarik, tidak hanya bagi pelajar, tetapi juga masyarakat umum.

Baca juga  Langkah Bertahap, Fasilitas Wisata Kutim Terus Ditingkatkan untuk Wisatawan

Pembangunan museum daerah ini mendapat dukungan langsung dari pemerintah pusat melalui Kementerian terkait. Dukungan tersebut menjadi penguat komitmen bahwa pelestarian budaya lokal merupakan agenda bersama antara daerah dan pusat.

Mulyono menyebut, dukungan kementerian mencakup pendampingan perencanaan hingga penguatan konsep museum agar sesuai dengan standar nasional. Dengan demikian, museum Kutai Timur diharapkan mampu sejajar dengan museum daerah lain di Indonesia.

Lebih jauh, museum ini juga diproyeksikan menjadi ruang aktivitas budaya, seperti pameran temporer, diskusi sejarah, hingga edukasi berbasis muatan lokal bagi sekolah-sekolah.

“Kami ingin museum ini bukan hanya tempat menyimpan benda lama, tetapi ruang interaksi budaya yang aktif dan relevan dengan perkembangan zaman,” kata Mulyono.

Baca juga  Desa Persiapan di Kaliorang Bangun SD Baru, Akses Pendidikan Dasar Kian Dekat

Ia menambahkan, keberadaan museum daerah akan memperkuat identitas Kutai Timur di tengah arus modernisasi yang kian cepat. Budaya lokal, menurutnya, harus hadir di ruang publik agar tidak tergerus oleh waktu.

Disdikbud Kutai Timur berharap museum ini kelak menjadi destinasi edukatif sekaligus kebanggaan masyarakat. Generasi muda diharapkan dapat mengenal sejarah dan budaya daerahnya secara langsung, bukan hanya melalui cerita lisan.

Dengan rencana pembangunan museum daerah ini, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur kembali menegaskan komitmennya untuk menjaga warisan budaya agar tetap hidup, lestari, dan terus diwariskan dari generasi ke generasi.(ADV)

Bagikan:
Berita Terkait