Kasus ISPA Meningkat, Dinkes Kutim Tancap Gas Perkuat Edukasi dan Percepatan Layanan

Kamis, 20 November 2025 09:30 WITA

Etamexpose.Id, Kutai Timur – Lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Kutai Timur menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim. Peningkatan ini terpantau di sejumlah wilayah, termasuk kawasan perkotaan Sangatta dan beberapa kecamatan lain yang berdekatan dengan aktivitas pertambangan.

Kondisi tersebut mendorong Dinkes Kutim untuk bergerak cepat dengan mengintensifkan upaya pencegahan sekaligus mempercepat pelayanan kesehatan. Langkah ini dilakukan agar penyebaran ISPA dapat ditekan dan masyarakat segera mendapatkan penanganan yang tepat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur, Sumarno, mengungkapkan bahwa peningkatan kasus ISPA tidak bisa dipandang sebelah mata. “Kami melihat tren kenaikan yang perlu direspons cepat. Karena itu, edukasi masyarakat dan penguatan layanan kesehatan menjadi fokus utama kami saat ini,” ujarnya.

Baca juga  Perkuat Karakter Peserta Didik, Kutai Timur Rekrut 40 Guru UMMI di Sekolah Dasar dan SMP

Menurutnya, salah satu faktor yang memicu tingginya kasus ISPA adalah kondisi lingkungan. Aktivitas pertambangan yang berada relatif dekat dengan kawasan permukiman turut berkontribusi terhadap meningkatnya paparan debu dan polusi udara.

Wilayah Sangatta dan sekitarnya disebut sebagai area yang cukup rentan karena aktivitas ekonomi dan lalu lintas kendaraan berat yang intens. Debu tambang yang beterbangan, terutama saat cuaca kering, berpotensi memperburuk kualitas udara dan berdampak langsung pada kesehatan pernapasan masyarakat.

Dinkes Kutim mencatat bahwa ISPA tidak hanya menyerang kelompok usia tertentu. Anak-anak, orang dewasa, hingga lanjut usia sama-sama berisiko, terutama mereka yang memiliki daya tahan tubuh lemah atau riwayat penyakit pernapasan.

Baca juga  Peringati HKN ke-61, Dinkes Kutim Gelar Operasi Katarak dan Layanan Kesehatan Gratis di Wahau

Untuk menekan angka kasus, Dinkes Kutim memperkuat peran puskesmas dan fasilitas kesehatan tingkat pertama. Pelayanan dipercepat, mulai dari pemeriksaan, pengobatan, hingga rujukan bagi pasien dengan gejala berat.

Selain pelayanan medis, edukasi kepada masyarakat juga digencarkan. Petugas kesehatan turun langsung memberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, menggunakan masker saat terpapar debu, serta segera memeriksakan diri jika mengalami gejala ISPA.

Upaya pencegahan ini juga melibatkan lintas sektor, termasuk pemerintah kecamatan dan desa. Sinergi dilakukan agar pesan-pesan kesehatan bisa menjangkau masyarakat hingga ke tingkat paling bawah.

Baca juga  Infrastruktur Permukiman Jadi Prioritas, Disperkim Kutim Maksimalkan Anggaran 2025

“Kami tidak hanya mengobati, tetapi juga berupaya mencegah. Kesadaran masyarakat sangat penting, karena tanpa dukungan perilaku hidup sehat, angka ISPA akan sulit ditekan,” kata Sumarno.

Ia menambahkan, Dinkes Kutim terus memantau perkembangan kasus ISPA secara berkala. Data dari fasilitas kesehatan menjadi dasar untuk menentukan langkah lanjutan, termasuk kemungkinan penambahan layanan atau kegiatan intervensi di wilayah tertentu.

Dengan berbagai langkah tersebut, Dinas Kesehatan Kutai Timur berharap lonjakan kasus ISPA dapat segera dikendalikan. Pemerintah daerah pun mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap kondisi lingkungan dan tidak menunda pemeriksaan kesehatan apabila mengalami gangguan pernapasan.(ADV)

Bagikan:
Berita Terkait