Pupuk Kaltim Siapkan Stok 293 Ribu Ton, Produksi Diperkuat Jelang Musim Tanam

Jumat, 25 September 2026 12:50 WITA

BONTANG – Menghadapi Musim Tanam Oktober 2026–Maret 2027, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) memperkuat kesiapan pasokan pupuk dengan memastikan stok di gudang produsen lini I tetap aman.

Hingga 20 September 2026, stok pupuk Pupuk Kaltim tercatat lebih dari 293 ribu ton. Persediaan tersebut terdiri dari 285.841 ton urea, 5.093 ton NPK Phonska, dan 2.182 ton NPK Kakao.

Seluruh stok tersebut telah tersedia di Gudang Lini I Pupuk Kaltim dan selanjutnya disalurkan melalui jaringan distribusi Pupuk Indonesia untuk memenuhi kebutuhan petani selama musim tanam.

Direktur Utama Pupuk Kaltim, Rafli Yandra, mengatakan kesiapan stok menjadi perhatian utama perusahaan mengingat kebutuhan pupuk berpotensi meningkat memasuki musim tanam.

“Ketersediaan pupuk sangat krusial untuk mendukung kelancaran musim tanam Oktober-Maret. Fokus kami adalah menjaga ketersediaan stok dan keandalan operasional agar kebutuhan petani dapat terpenuhi dengan baik,” ujar Rafli.

Selain mengamankan stok, Pupuk Kaltim memastikan produksi berjalan optimal. Hingga 22 September 2026, realisasi produksi perusahaan mencapai 5.102.923 ton.

Capaian tersebut terdiri dari 2.735.832 ton urea, 254.458 ton NPK, dan 2.112.633 ton amonia. Secara keseluruhan, realisasi tersebut telah mencapai 78,48 persen dari target produksi Pupuk Kaltim sepanjang 2026.

Baca juga  Mudik Lebaran Mulai Dipersiapkan, Jimmi Ingatkan Pentingnya Pengamanan Sejak Dini di Kutai Timur

Kinerja produksi tersebut ditopang kapasitas 13 pabrik dengan total kemampuan produksi mencapai 6,47 juta ton per tahun. Rinciannya, kapasitas produksi mencapai 3,43 juta ton urea, 300 ribu ton NPK, dan 2,74 juta ton amonia per tahun.

Rafli menegaskan, kemampuan memenuhi kebutuhan pupuk tidak hanya bergantung pada besarnya kapasitas produksi. Keandalan fasilitas dan efisiensi operasional juga menjadi faktor penting untuk menjaga kesinambungan pasokan.

“Keandalan produksi tidak hanya ditentukan oleh kapasitas, tetapi juga oleh efisiensi dan keandalan fasilitas. Karena itu, kami terus memperkuat Operational Excellence untuk memastikan fasilitas dapat beroperasi secara andal, efisien, dan berkelanjutan dalam mendukung kebutuhan pupuk,” jelasnya.

Penguatan tersebut salah satunya dilakukan melalui proyek Revamping Ammonia Pabrik-2. Setelah proses revitalisasi, pabrik tersebut mulai beroperasi penuh pada Agustus 2026.

Revamping tersebut meningkatkan kapasitas produksi harian amonia dari sebelumnya 1.767 ton menjadi 1.841 ton per hari. Artinya, terdapat peningkatan kapasitas sekitar 4,18 persen.

Tak hanya meningkatkan kapasitas, revitalisasi juga berdampak pada efisiensi konsumsi energi. Berdasarkan hasil uji kinerja, konsumsi energi turun dari 39,28 menjadi 35,25 Million British Thermal Unit (MMBTU) per ton amonia.

Baca juga  Sinergi Penanganan Karhutla Bontang, Pupuk Kaltim Salurkan Ribuan Masker hingga Extra Fooding

Efisiensi sebesar 4,03 MMBTU per ton amonia itu diproyeksikan mampu menghasilkan penghematan biaya produksi hingga USD14,3 juta per tahun atau sekitar Rp228 miliar.

Peningkatan kapasitas sekaligus efisiensi tersebut memperkuat ketersediaan amonia sebagai bahan baku utama produksi urea. Revitalisasi ini juga menjadi bagian dari dukungan Pupuk Kaltim terhadap program revitalisasi industri pupuk nasional.

Di sisi lain, dukungan terhadap ketahanan pangan tidak hanya dilakukan melalui penyediaan pupuk. Pupuk Kaltim juga menjalankan berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang menyasar penguatan ekosistem pertanian dan kapasitas masyarakat.

Melalui program pemberdayaan dan pendampingan petani, perusahaan mendorong peningkatan kualitas lahan, produktivitas, mutu hasil panen, pengetahuan petani, hingga keberlanjutan area persawahan.

Salah satunya melalui program Pertanian Kompos Terpadu untuk Babadan Inovatif dan Sejahtera (PKT BISA) di Magetan, Jawa Timur. Program tersebut mengembangkan konsep ekonomi sirkular dengan mengolah limbah pertanian menjadi kompos dan biogas.

Program lainnya dijalankan di Bulutana, Sulawesi Selatan, melalui Pertanian Bulutana Berkelanjutan, Sejahtera, dan Mandiri (PKT BERSERI). Program ini mengembangkan konsep Kawasan Kampung Sawah Abadi yang mengintegrasikan pertanian terpadu ramah lingkungan dengan potensi pariwisata lokal.

Baca juga  H-1 Jelang Pencoblosan: dugaan money politik di Pilkada Kukar

Menurut Rafli, pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memperluas kontribusi terhadap sektor pertanian. Peran perusahaan tidak hanya berada pada produksi dan distribusi pupuk, tetapi juga pada penguatan kapasitas masyarakat di sekitar wilayah operasional.

“Kami tidak berhenti pada bagaimana pupuk diproduksi dan disalurkan, tapi juga hadir dalam proses peningkatan kapasitas masyarakat yang menjadi bagian dari ekosistem pertanian,” kata dia.

Dengan stok yang telah disiapkan, produksi yang terus berjalan, serta penguatan efisiensi dan keandalan fasilitas, Pupuk Kaltim menempatkan kesiapan operasional sebagai bagian dari dukungan terhadap kebutuhan pupuk nasional.

Rafli mengatakan ketahanan pangan merupakan agenda jangka panjang yang membutuhkan kontribusi berbagai pihak.

“Ketahanan pangan merupakan agenda jangka panjang yang membutuhkan kontribusi dan kolaborasi berbagai pihak. Pupuk Kaltim akan terus menjaga produktivitas dan keandalan operasional sebagai bagian penting dari peran kami dalam ketahanan pangan,” pungkasnya. (Adv)

Bagikan:
Berita Terkait