Etamexpose.Id, Kutai Timur – Penanganan lalu lintas di wilayah Sangatta tidak hanya dihadapkan pada persoalan teknis, tetapi juga tantangan sosial yang kompleks. Dinas Perhubungan Kabupaten Kutai Timur (Dishub Kutim) menilai rendahnya kesadaran pengguna jalan menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan hambatan lalu lintas terus berulang.
Kepala Seksi Lalu Lintas Dishub Kutim (Kasi Lalin), Zulkarnain, mengatakan bahwa sebagian besar hambatan terjadi pada jam sibuk, terutama pagi dan sore hari.
Pada waktu tersebut, aktivitas antar-jemput sekolah dan pergerakan angkutan karyawan perusahaan berlangsung bersamaan.
Menurutnya, perilaku pengantar siswa yang berhenti sembarangan di depan sekolah serta sopir bus karyawan yang tidak mematuhi titik halte resmi kerap memicu antrean kendaraan.
Selain tantangan sosial, Dishub Kutim juga menghadapi kendala teknis berupa keterbatasan kewenangan dalam pemasangan fasilitas lalu lintas.
Tidak semua ruas jalan dapat dipasangi traffic light atau dilakukan rekayasa lalu lintas karena harus menyesuaikan kebijakan teknis dan status jalan.
“Ada ruas jalan yang tidak bisa kami pasangi lampu lalu lintas karena pertimbangan rekayasa dan kewenangan dan ini sering tidak dipahami masyarakat,” ujar Zulkarnain.
Ia menambahkan bahwa pada jalan nasional, Dishub Kutim hanya berperan dalam pemantauan dan perawatan ringan.
Setiap kerusakan atau gangguan harus dilaporkan ke instansi pusat yang berwenang, sehingga proses penanganan tidak selalu bisa dilakukan secara cepat.
Petugas Dishub harus membagi waktu antara penjagaan rutin di lapangan dan keterlibatan dalam kegiatan bersama Polres Kutim, termasuk operasi lalu lintas dan kegiatan pengamanan.
“Petugas kami tidak hanya berjaga di jalan, tapi juga terlibat dalam banyak kegiatan lintas instansi. Ini membuat kami harus benar-benar mengatur prioritas,” jelas Zulkarnain.
Meski menghadapi berbagai tantangan, Dishub Kutim menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pengawasan dan pembenahan.
Pendekatan edukatif kepada masyarakat serta koordinasi dengan sekolah dan perusahaan akan terus diperkuat.
Dishub Kutim berharap meningkatnya kesadaran masyarakat dan dukungan lintas instansi dapat membantu mengurangi hambatan lalu lintas, sehingga mobilitas di Sangatta tetap berjalan aman dan lancar.(ADV)





